TahfidzTahukah Anda

BAGAIMANA WAQAF PADA AYAT TERAKHIR SURAT ALFATIHAH?

993views

EDISI WAQF WAL IBTIDA

Seperti kita ketahui, pada ayat ketujuh surat Al-Fatihah, potongan ayatnya cukup panjang. Dan mungkin bagi yang sudah terlatih atau mempunyai nafas panjang tidak ada masalah, tetapi bagi sebagian orang yang nafasnya pendek atau belum terlatih, ayat terakhir ini hampir tidak bisa dibaca dengan satu kali nafas. Jadi bagaimana solusinya?

Baik, sebelum menjawab ada kiranya kita fahami dahulu masalah yang akan kita bahas sesuai disiplin ilmu terkait agar pemahaman kita sempurna.

Pertama, sebenarnya menurut Ulama ahli Fawashil, yaitu fan ilmu yang menghitung dan menentukan ayat Al-Quran, para ulama tidak sepakat dalam perhitungan ayat pada surat Al-Fatihah. Sebagai contoh, Ulama Makkah dan Kufah menganggap bahwa basmalah bagian surat Al-Fatihah, tapi Ulama Madinah, Bashroh, Damaskus dan Himsho menganggap basmalah bukan dari Surat Al-Fatihah.1

Begitupun pada akhir Al-Fatihah ada perbedaan, bagi Ulama Madinah, Bashrah, Damaskus dan Himsho kalimat Alaihim pertama adalah ujung ayat, sementara Ulama Makkah dan Kufah tidak menghitung sebagai ayat, tetapi masih dihitung tengah ayat.2

Konsekuensi hukumnya adalah, jika memakai bacaan Imam Ibnu Katsir yang berasal dari Makkah atau bacaan Imam Qiroat lain yang berasal dari Kufah, seperti riwayat Hafsh dari Imam Ashim, maka tidak sunnah waqaf pada kalimat Alaihim pertama. Berbeda dengan bacaan Qiroat dari imam yang berasal dari Madinah, Bashroh atau Damaskus yang sunnah waqaf pada kalimat alaihim pertama, karna menurut mereka disana adalah ujung ayat. Dan waqaf pada akhir ayat adalah sunnah.3

Pertanyaannya lanjutannya adalah, apakah boleh kita yang memakai riwayat hafsh yang notabene dari kota kufah, membaca waqaf pada alaihim pertama? Jawabannya tafshil :

  1. Ketika nafas kita panjang dan mampu membaca ayat ketujuh sekali jalan, maka sunnah dan lebih dianjurkan untuk membaca sekali nafas, karna sesuai dengan riwayat ilmu fawashil ahli kufah, dimana riwayat hafsh yang kita baca berasal.
  2. Tetapi jika nafas kita pendek atau tidak mampu membaca sekali nafas, maka tidak berdosa dan tidak menyalahi riwayat qiroat, andai kita waqaf pada alaihim pertama dan ibtida pada kalimat selanjutnya tanpa mengulang lagi. 4

Wallohu A’lam

Referensi :

  1. Al-Bayan fi ‘Addi Aayil Qur’ an, Imam Abu ‘Amr Addani, hal. 139 ↩︎
  2. Nadhimatuz Zuhri fi ‘Addil Aayi, Imam Al-Qasim bin Firuh Assyatibi, hal. 37 ↩︎
  3. Al-Itqon fi ‘Uluumil Quran, Al-Jalal Assuyuthi, Juz 2 hal. 560 ↩︎
  4. https://youtu.be/2eAqb-SGeh0?si=6GTIMQhiT-tMSMw5 ↩︎