Tahqiq SanadTahukah Anda

Pemilik Sanad Tertinggi Masa Sekarang (Bagian 2)

Foto: Pixabay
19views

Alhamdulillah wahdahu, wash-shalaatu was-salaamu ‘alaa man laa nabiyya ba’dahu.

Pada artikel sebelumnya telah disebutkan bahwa seorang mujaz dikatakan memiliki sanad Hafsh thariq Asy-Syathibiyyah tertinggi (‘ali) jika jumlah perawi perantara antara dirinya dengan Nabi Muhammad ﷺ adalah 27 atau 28 orang. Perlu diketahui bahwa hitungan ini adalah jumlah para rijal dalam sanad yang seluruhnya tersambung secara talaqqi, dimulai dari guru mujaz hingga kepada baginda Nabi Muhammad ﷺ.

Adapun sanad yang tidak tersambung secara talaqqi, melainkan hanya melalui ijazah umum (ijazah ‘ammah), maka tidak dijadikan sebagai standar dalam penghitungan ini. Sebagai contoh, jika seseorang mendapatkan ijazah hadits Shahih Al-Bukhari dari gurunya, dan dalam ijazah tersebut juga terkandung ijazah Al-Qur’an, padahal ia tidak pernah membaca Al-Qur’an walau satu ayat pun di hadapan gurunya, maka ijazah tersebut tidak masuk dalam kriteria sanad yang dimaksud.

Untuk mengetahui apakah suatu sanad tergolong ‘ali atau nazil, juga dapat dilihat dari jumlah perantara antara mujaz dengan salah satu perawi terkenal dalam sanad tersebut, seperti Imam Ibnu Al-Jazari atau Syaikh Ibrahim Al-‘Ubaidi, maupun imam lainnya. Hal ini karena jumlah perawi dari mereka hingga kepada Nabi Muhammad ﷺ telah diketahui.

Imam Ibnu Al-Jazari, dalam sanad riwayat Hafsh thariq Asy-Syathibiyyah, diperantai oleh 15 perawi. Berikut rinciannya, dimulai dari guru beliau hingga kepada para sahabat Nabi:

  1. Abu Muhammad Abdurrahman Al-Baghdadi
  2. Muhammad Ahmad Ash-Shoigh
  3. ‘Ali bin Syuja’ Shohr Asy-Syathibi
  4. Imam Asy-Syathibi
  5. ‘Ali bin Hudzail
  6. Sulaiman bin Najah
  7. Abu ‘Amr Ad-Dani
  8. Thahir bin Ghalbun
  9. ‘Ali bin Muhammad Al-Hasyimi
  10. Ahmad bin Sahl Al-Usynani
  11. ‘Ubaid bin Ash-Shabbah
  12. Imam Hafsh bin Sulaiman
  13. Imam ‘Ashim bin Abi An-Najud
  14. Abu Abdurrahman As-Sulami
  15. Para sahabat: ‘Utsman bin ‘Affan, ‘Ali bin Abi Thalib, Abdullah bin Mas’ud, Ubay bin Ka’ab, dan Zaid bin Tsabit

Adapun Syaikh Ibrahim Al-‘Ubaidi, sanad beliau yang paling tinggi (‘ali) hingga kepada Imam Ibnu Al-Jazari diperantai oleh 7 perawi. Di antaranya:

  1. Abdurrahman Al-Ujhuri dan ‘Ali Al-Badri
  2. Muhammad Al-Uzbakawi dan Ahmad Al-Baqari
  3. Muhammad Al-Baqari
  4. Abdurrahman Al-Yamani
  5. Ibnu Ghanim Al-Maqdisi
  6. Abdulhaq As-Sunbathi
  7. Ahmad bin Asad Al-Umyuthi

Dengan demikian, sanad riwayat Hafsh thariq Asy-Syathibiyyah dari Imam Ibnu Al-Jazari berjumlah 15 perawi, dan dari Syaikh Ibrahim Al-‘Ubaidi hingga kepada beliau berjumlah 7 perawi. Maka total sanad Syaikh Ibrahim Al-‘Ubaidi hingga kepada Nabi Muhammad ﷺ yang paling tinggi adalah 23 perawi.

Berikut rinciannya:

  1. Abdurrahman Al-Ujhuri dan ‘Ali Al-Badri
  2. Muhammad Al-Uzbakawi dan Ahmad Al-Baqari
  3. Muhammad Al-Baqari
  4. Abdurrahman Al-Yamani
  5. Ibnu Ghanim Al-Maqdisi
  6. Abdulhaq As-Sunbathi
  7. Ahmad bin Asad Al-Umyuthi
  8. Imam Ibnu Al-Jazari
  9. Abu Muhammad Abdurrahman Al-Baghdadi
  10. Muhammad Ahmad Ash-Shoigh
  11. ‘Ali bin Syuja’ Shohr Asy-Syathibi
  12. Imam Asy-Syathibi
  13. ‘Ali bin Hudzail
  14. Sulaiman bin Najah
  15. Abu ‘Amr Ad-Dani
  16. Thahir bin Ghalbun
  17. ‘Ali bin Muhammad Al-Hasyimi
  18. Ahmad bin Sahl Al-Usynani
  19. ‘Ubaid bin Ash-Shabbah
  20. Imam Hafsh bin Sulaiman
  21. Imam ‘Ashim bin Abi An-Najud
  22. Abu Abdurrahman As-Sulami
  23. Para sahabat: ‘Utsman bin ‘Affan, ‘Ali bin Abi Thalib, Abdullah bin Mas’ud, Ubay bin Ka’ab, dan Zaid bin Tsabit

Semakin sedikit jumlah perantara antara seseorang dengan Imam Ibnu Al-Jazari atau Syaikh Ibrahim Al-‘Ubaidi, maka semakin tinggi sanadnya. Pada masa sekarang, seorang mujaz dikatakan memiliki sanad yang tinggi jika diperantai oleh 3 atau 4 orang hingga kepada Syaikh Ibrahim Al-‘Ubaidi, atau 11 hingga 12 orang hingga kepada Imam Ibnu Al-Jazari.

Di antara para mujaz yang masih hidup dan memiliki sanad tinggi, di mana antara mereka dan Syaikh Ibrahim Al-‘Ubaidi diperantai oleh 3 atau 4 orang, adalah:

  1. Syaikh Misbah bin Ibrahim Ad-Dusuqi
  2. Syaikh Muhammad bin Yunus Al-Ghalban

Rinciannya sebagai berikut:

Syaikh Misbah bin Ibrahim dan Syaikh Muhammad Yunus Al-Ghalban keduanya membaca qira’at kepada Syaikh Al-Fadhili ‘Ali Abu Laila. Beliau membaca kepada Syaikh Isma’il bin Isma’il Abin Nur dan juga kepada Syaikh Sayyid Ahmad Abu Hathab. Kedua guru tersebut membaca kepada Syaikh Abdullah bin Abdul ‘Azhim Ad-Dusuqi. Beliau membaca kepada Syaikh ‘Ali Al-Hadadi Al-Azhari, dan Syaikh ‘Ali Al-Hadadi membaca kepada Syaikh Ibrahim Al-‘Ubaidi.

Dengan demikian, antara Syaikh Misbah dan Syaikh Muhammad Yunus dengan Syaikh Ibrahim Al-‘Ubaidi terdapat 4 perantara:

  1. Syaikh Al-Fadhili ‘Ali Abu Laila
  2. Syaikh Isma’il bin Isma’il Abin Nur dan Syaikh Sayyid Ahmad Abu Hathab
  3. Syaikh Abdullah bin Abdul ‘Azhim Ad-Dusuqi
  4. Syaikh ‘Ali Al-Hadadi Al-Azhari

Namun, ada pendapat lain yang menyatakan bahwa jumlah perantara hanya 3 orang, karena disebutkan bahwa Syaikh Al-Fadhili juga membaca langsung kepada Syaikh Abdullah bin Abdul ‘Azhim Ad-Dusuqi. Dengan demikian sanadnya menjadi:

  1. Syaikh Al-Fadhili ‘Ali Abu Laila
  2. Syaikh Abdullah bin Abdul ‘Azhim Ad-Dusuqi
  3. Syaikh ‘Ali Al-Hadadi Al-Azhari

Jika sanad ini dilanjutkan hingga kepada Nabi Muhammad ﷺ, maka jumlah perantaranya menjadi 27 orang.

Namun, sebagian peneliti sanad Al-Qur’an meragukan riwayat bahwa Syaikh Al-Fadhili membaca langsung kepada Syaikh Abdullah bin Abdul ‘Azhim Ad-Dusuqi. Mereka lebih meyakini bahwa beliau hanya belajar kepada Syaikh Isma’il bin Isma’il Abin Nur dan Syaikh Sayyid Ahmad Abu Hathab.

Berdasarkan pendapat ini, jumlah perantara antara Syaikh Misbah dan Syaikh Muhammad Yunus dengan Nabi Muhammad ﷺ menjadi 28 orang, bukan 27 orang. Meskipun demikian, sanad keduanya tetap tergolong tinggi (‘ali) pada masa sekarang, meskipun tidak lagi menjadi yang paling tinggi secara mutlak, karena terdapat banyak mujaz lain yang juga memiliki jumlah perantara sebanyak 28 orang hingga kepada Nabi ﷺ.

Siapa saja mereka? Insya Allah akan dibahas pada artikel berikutnya.

Bersambung…