Tentu kita semua tidak asing dengan istilah “bacaan tashil”. Sebuah bacaan yang sangat masyhur dalam riwayat hafsh an ashim, yaitu terletak pada kata ءاعجمي.
Di samping itu, Ibn Al-Jazari berpendapat bahwa Qirâ`at adalah pengetahuan tentang tatacara melafalkan kalimat-kalimat Al-Qur`an dan perbedaannya dengan membangsakannya kepada penukilnya.
Secara Ontologi, ilmu qiro’ah adalah Al Qur’an dari segi ragam artikulasi lafal, sedangkan ilmu tajwid adalah Al Qur’an dari segi teknis artikulasi lafal.
Al-Quran yang ada ditangan kita sekarang adalah Al-Quran yang diturunkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam melalui perantara malaikat Jibril alayhis salam.
Para ulama mengklasifikasikan tempo bacaan Al-Qur’an atau yang biasanya diistilahkan dengan istilah maratibul qira’ah menjadi tiga tingkatan: yaitu tahqiq, tadwir dan hadr.
Ilmu rasm adalah ilmu yang mempelajari kaedah cara penulisan Al Qur'an yang telah dibakukan penulisannya berdasarkan riwayat qiraat masing-masing di zaman Sayyida Utsman Ra.
Guru Al Faqir Syiakhuna Syekh Abdun Nashir Kafrawi tidakk bosan-bosannya berwasiat agar teliti di dalam segala sesuatu, termasuk teliti di dalam ilmu qiraat.
Qurro Mesir mengajarkan cara pengucapan ikhfa Syafawi atau Iqlab harus dengan Furjah (merenggahkan kedua bibir sedikit, tidak dengan menutupnya rapat).