Daurah Ushul Qiroat Sab’ah Berbasis Istidlal Syathibiyyah, Pintu Masuk Qiroat Sab’ah yang “Menantang”

Markaz Qiroat Indonesia kembali menghadirkan sebuah program istimewa: Daurah Ushul Qiroat Sab’ah Berbasis Istidlal Syathibiyyah. Program ini bukan sekadar kelas teori, melainkan sebuah perjalanan menyelami keindahan ilmu qiroat melalui jalur matan Syathibiyyah yang telah diwariskan turun-temurun.
Seperti diketahui, mempelajari qiroat tidak cukup hanya dengan membaca. Ada kaidah-kaidah khusus yang harus dipahami, serta bait-bait matan yang perlu dihafalkan agar ilmu ini bisa dijaga sebagaimana para ulama menjaga sanadnya. Itulah mengapa program ini hadir, untuk menjadi ruang belajar yang terarah bagi siapa saja yang ingin lebih dekat dengan qiroat sab’ah.
Program ini dibuka dalam dua skema pembelajaran.
Pertama, Syarah Syathibiyyah Juz 30. Skema ini diperuntukkan bagi para pemula yang baru memulai perjalanan di dunia qiroat. Masa belajarnya berlangsung selama kurang lebih tiga bulan. Di sini, peserta akan diperkenalkan pada kaidah umum, kaidah khusus, dan ditargetkan menghafal sekitar 70 bait matan. Tidak hanya itu, ada pula sesi praktik Tadrib Jama’ Qiroat Juz ‘Amma yang membuat peserta bisa langsung merasakan bagaimana ragam bacaan qiroat itu hidup dalam tilawah.
Kedua, Syarah Syathibiyyah Advanced. Kelas ini dirancang khusus untuk para penghafal Al-Qur’an yang sudah mapan dengan hafalannya dan ingin memperdalam ilmu qiroat. Tantangannya jauh lebih besar: menghafalkan seluruh matan Syathibiyyah yang berjumlah 1173 bait, dari awal hingga akhir. Program ini berjalan sekitar enam bulan, dengan pertemuan intensif di Markaz Qiroat Indonesia.
Setiap pekan, peserta akan bertemu tiga kali. Dua kali untuk sesi syarah, dan satu kali untuk tasmi’ matan sesuai kelompok. Jadwal dibagi terpisah antara ikhwan dan akhwat, sehingga pembelajaran bisa berlangsung lebih fokus. Para pengajar yang membimbing adalah mereka yang telah mendapatkan ijazah qiroat asyarah langsung dari Ustadz Ihsan, yaitu ustadz Sugeharto dan ustadzah Ulfiya Najat.
Meski program ini berlangsung secara online, semangat para peserta terasa hidup. Hafalan matan dijadikan rutinitas harian, dan diskusi-diskusi ilmiah membuat suasana kelas menjadi hangat sekaligus menantang.
Agar proses belajar semakin terarah, peserta dibekali modul pilihan karya Ustadz Mochamad Ihsan Ufiq, Lc., MA. Selain itu, setiap sesi direkam sehingga bisa dipelajari ulang di luar jam kelas. Sebagai bentuk penghargaan, peserta yang mengikuti program hingga akhir akan mendapatkan e-sertifikat resmi.
Program Syarah Syathibiyyah Juz 30 akan dibuka setiap tahun sekitar bulan Maret hingga Juli. Dengan pola berjenjang, siapa pun bisa memulai dari dasar lalu perlahan naik ke tingkatan yang lebih tinggi.
Markaz Qiroat Indonesia berharap program ini menjadi salah satu jalan lahirnya generasi Qur’ani yang tidak hanya fasih membaca, tetapi juga memahami ragam qiroat dengan dalil dan kaidah yang ilmiah. Sebagaimana pesan para ulama, menjaga qiroat adalah bagian dari menjaga Al-Qur’an itu sendiri.



