
Markaz Qiroat Indonesia berhasil menyelenggarakan Daurah Ta’shiliyah Tajwid dan Qiraat para Juri MTQ Batch 1, sebuah program penguatan kapasitas yang bertujuan mendalami Kitab Awjuh Hafsh. Pelatihan yang berlangsung selama 1,5 bulan, dari 24 Oktober hingga 7 Desember 2025, ini diikuti oleh 31 juri MTQ yang berasal dari berbagai kabupaten, kota, dan provinsi di seluruh Indonesia.
Dalam daurah ini, peserta belajar tentang ragam kata yang memiliki dua versi dalam riwayat Hafs, sebuah hal yang masih jarang diketahui, bahkan oleh orang yang sudah khatam hafalan Al-Qur’an sekalipun. Materi tersebut memberikan wawasan baru dan memperkaya pemahaman tajwid serta qiraat para juri.
Antusiasme peserta sepanjang proses pembelajaran sangat tinggi, terlihat dari tingkat kehadiran yang mencapai 85% hingga akhir kelas. Angka ini menunjukkan bahwa program ini benar-benar memenuhi kebutuhan para juri MTQ untuk meningkatkan standar pengetahuan mereka dalam bidang tajwid dan qiraat. Bahkan, setelah penutupan daurah, para peserta menyampaikan keinginan agar program ini segera dilanjutkan dengan level berikutnya.
Program ini dirancang untuk membantu para juri MTQ meningkatkan kompetensi keilmuan, menyegarkan kembali kaidah-kaidah tajwid, serta memperkuat pemahaman qiraat yang sangat penting untuk menjaga objektivitas dalam penilaian lomba baca Al-Qur’an. Selain aspek pembelajaran, daurah juga menjadi ruang silaturahmi keilmuan yang mempertemukan berbagai perspektif dan memperkokoh standar bacaan Al-Qur’an di berbagai daerah.
Dengan keberhasilan Daurah Batch 1 ini, Markaz Qiroat Indonesia semakin mantap melanjutkan komitmen untuk menghadirkan program-program penguatan kompetensi yang lebih luas, terarah, dan berkelanjutan. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan pendidikan Al-Qur’an di Nusantara.



