Setiap bulan, Divisi Tasmi Mutun MQI menggelar sebuah agenda menarik yang dikenal dengan nama Syathibiyyah Battleground. Acara ini rutin diadakan pada pekan ketiga setiap bulan, dan terbuka bagi seluruh penghafal Syathibiyyah yang telah menyelesaikan minimal 444 bait. Bagi mereka yang ingin terus mengasah hafalan dan melakukan murojaah bersama, acara ini menjadi ruang yang sangat bermanfaat.
Syathibiyyah Battleground menghadirkan suasana kompetisi yang seru namun tetap santun, di mana dua peserta akan saling beradu hafalan dalam format show battle. Bacaan yang ditampilkan ditentukan oleh moderator atau penyimak, sehingga setiap sesi menjadi menantang dan edukatif. Acara ini juga disiarkan langsung melalui kanal YouTube Markaz Qiroat Indonesia, sehingga masyarakat luas bisa menyaksikan dan belajar langsung dari para penghafal Syathibiyyah.
Matan Syathibiyyah sendiri adalah sebuah kitab nadzam (syair) yang disusun oleh Imam Abu Qasim Asy-Syatibi, seorang ulama besar dalam bidang qira’at dan tajwid. Kitab ini terdiri dari 1173 bait dan membahas ketujuh qira’at Al-Qur’an yang mutawatir, yaitu qira’at Imam Nafi’, Ibnu Katsir, Abu Amr, Ibnu Amir, Ashim, Hamzah, dan Al-Kisa’i. Tujuan utama kitab ini adalah memudahkan para penuntut ilmu dalam menghafal dan memahami perbedaan qira’at Al-Qur’an. Karena kepentingannya, Matan Syathibiyyah menjadi rujukan utama bagi mereka yang mendalami ilmu qira’at.
Selain itu, ada pula Matan Durrah al-Mudhiyyah, sebuah kitab matan singkat karya Ibnu al-Jazari yang membahas tiga qira’at tambahan: riwayat Imam Abu Ja’far, Imam Ya’qub, dan Imam Khalaf. Kitab ini dianggap sebagai penyempurna dari kitab Hirz al-Amani karya Imam Syathibi. Dengan 241 bait, Matan Durrah al-Mudhiyyah juga menjadi rujukan penting dalam mempelajari qira’at Al-Qur’an.